Bagikan ke

7 February 2023

Gempa Maluku dan Pacitan, Sigap Cara Antisipasinya Sekarang!

Berita Perusahaan | Trivia

Gempa kembali mengguncang tanah air di sejumlah daerah. Pada hari Selasa (10/1) pukul 00.47 WIB, telah terjadi gempa di wilayah Maluku Tenggara Barat yang berpotensi tsunami. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan pusat gempa berada di 148 km Barat Laut Maluku Tenggara Barat yang berlokasi di 7.25 Lintang Selatan, 130.18 Bujur Timur di kedalaman 131 kilometer.  

Melalui situs resminya, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami dan menghimbau masyarakat setempat agar segera dievakuasi. BMKG juga mengeluarkan daftar sejumlah wilayah yang berpotensi tsunami sebagaimana hasil pemodelan. Beberapa wilayah Maluku berstatus siaga tsunami yakni Maluku Tengah, Kepulauan Maluku, Maluku Tenggara Barat dan Kota Ambon dan ada beberapa wilayah berstatus waspada yakni Maluku Tenggara, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Buru, Wakatobi, Kendari Pulau Watulumango, Kepulauan Kendari, Konawe Bagian Selatan, dan Kota Kendari. 

Namun, guncangan gempa tidak hanya terjadi di Maluku. Gempa dengan kekuatan 5,6 SR turut mengguncang daerah Pacitan, Jawa Timur. Pusat gempa berada di laut pada jarak 70 km arah selatan Pacitan dengan kedalam 59 km. 

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang mengakibatkan terjadinya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menurun ke bawah Lempeng Eurasia. Getaran gempa dirasakan dengan skala MMI II-III, yang artinya getaran dirasakan di dalam rumah.

Baca juga : 6 Gempa Terbesar yang Pernah Terjadi di Indonesia
 

Rangkaian bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia membuat masyarakat menyadari pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Menyelamatkan diri adalah kunci utama ketika terjadi bencana alam, oleh sebab itu Anda harus mengetahui hal-hal dasar untuk persiapan jika terjadi bencana.

  1. Jangan Panik

Hal utama yang penting Anda lakukan saat terjadi bencana adalah mengontrol diri Anda untuk tidak panik. Rasa takut merupakan hal yang lumrah terjadi ketika Anda dalam situasi darurat terutama saat terjadi gempa. Namun, mengatur rasa takut itu adalah kuncinya. 

Apabila Anda panik dalam kondisi tersebut, maka tanpa disadari pikiran akan kacau sehingga Anda tidak fokus untuk menyelamatkan diri. Alih-alih menyelamatkan diri justru Anda dapat memperburuk situasi. Pada dasarnya kita manusia memiliki insting untuk menyelamatkan diri pada sebuah situasi darurat. Contohnya saat tangan Anda terpapar panas maka otomatis tangan akan menjauh dari sumber panas. Namun, insting tersebut akan terganggu jika Anda panik.

Maka dari itu, saat terjadi bencana berusahalah untuk tetap tenang dan segera menyelamatkan diri Anda terlebih dahulu. 

  1. Selamatkan Diri

Hal kedua yang dapat Anda lakukan ketika terjadi bencana adalah selamatkan diri Anda terlebih dahulu. Uang, perhiasan, barang berharga lainnya harus Anda kesampingkan apabila dalam keadaan darurat. Seluruh harta benda dan surat berharga masih dapat Anda cari dan urus penggantiannya. Namun, keselamatan diri dan nyawa Anda tidak ada gantinya. 

Apabila keadaan sudah tidak darurat dan tenang barulah Anda dapat menyelamatkan dokumen berharga seperti akta kelahiran, akta tanah, ijazah dan dokumen berharga lainnya. Tips agar dokumen berharga Anda mudah untuk diselamatkan saat bencana adalah mengumpulkannya dalam sebuah tas yang mudah dijangkau dan aman. Sehingga ketika terjadi bencana Anda dapat dengan mudah mengambilnya. 

  1. Amati Lingkungan Sekitar dan Cari Jalan Keluar Terdekat 

Hal selanjutnya yang perlu Anda lakukan ketika terjadi bencana adalah mengamati sekeliling agar dapat mencari jalan keluar. Sebaiknya saat berpergian dan berjalan-jalan di berbagai tempat, penting untuk Anda memperhatikan sekitar terutama potensi bahaya yang dapat terjadi kapan saja serta mengetahui jalur keluar (emergency exit) terdekat.  Maka dari itu, emergency briefing sangat penting dilakukan dalam sebuah kegiatan.

Anda harus proaktif untuk mencari informasi-informasi tentang prosedur keselamatan ketika bepergian. JIka Anda tidak mengetahui jalur evakuasi dan emergency exit dan tiba-tiba bencana terjadi maka hal ini akan sangat berisiko bagi keselamatan diri dan keluarga Anda.  

  1. Menyelamatkan Diri Sendiri, Baru Membantu Orang Lain 

Hal penting yang juga harus Anda ingat adalah selamatkan diri sendiri terlebih dahulu baru orang lain. Contoh kecilnya adalah ketika kita berada di pesawat salah satu pesan keselamatannya adalah selamatkan diri Anda terlebih dahulu baru membantu orang lain termasuk anak sendiri.  Hal ini memang terdengar egois, namun faktanya hal tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko jatuh korban yang lebih banyak.  

Begitu pula saat terjadi gempa, ketika keluarga Anda terjebak bangunan dan Anda memilih untuk membantunya. Padahal risiko bangunan dapat secara tiba-tiba runtuh, alih-alih dapat menyelamatkan keluarga justru Anda dan keluarga menjadi korban semua. Namun, hal ini akan berbeda jika Anda mempunyai keterampilan dan pengetahuan khusus dalam penyelamatan.

  1. Bekali Diri dengan Alat Keselamatan dan Pengetahuan Tentang Pertolongan pada Kecelakaan (P3K) dan Kegawatdaruratan 

Hal yang tak kalah penting yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan alat-alat dan obat-obatan P3K di rumah dan mengecek kadaluarsanya secara berkala. Tips keselamatan lain yang dapat Anda coba adalah menyiapkan satu tas emergency yang berisi alat P3K, alat penerangan, dokumen identitas, air minum, makanan dengan jangka kadaluarsa lama, lilin, korek api, dan pakaian ganti. Hal ini bertujuan untuk membekali diri Anda saat terjadi bencana. 

Selain itu juga, di rumah saya menyiapkan satu tas emergency dimana di dalamnya ada berbagai kelengkapan emergency seperti alat P3K, alat penerangan, dokumen identitas, air minum, makanan dengan jangka kadaluarsa lama, lilin, korek api, pakaian ganti, handuk, selimut, pampers untuk anak, dan lain sebagainya. Saya juga secara bertahap membagi pengetahuan saya tentang kesiapsiagaan bencana dan P3K terkait.

Selain itu, Anda juga dapat mempelajari tentang kesiapsiagaan bencana. Banyak hal yang selama ini masih salah di tengah masyarakat tentang kesiapsiagaan dan P3K. Contohnya, apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi? Apakah langsung lari keluar gedung atau berlindung di bawah meja sambil melindungi kepala? Bagaimana jika jalur keluar tertutup timbunan bangunan? Hal semacam ini perlu diketahui dengan mencari sumber terpercaya dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga memudahkan Anda dalam penyelamatan diri nantinya.

Baca juga : Jangan Panik ! Simak 5 Cara Mitigasi dan Evakuasi Saat Gempa

 

Itulah beberapa hal-hal dasar yang dapat Anda persiapkan dalam kesiapsiagaan bencana yang mungkin terjadi. Hal utama yang harus Anda lakukan adalah terus meningkatkan kapasitas dan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana. Jika melihat fakta bahwa potensi bencana alam seperti gempa, tanah longsor, tsunami dan lainnya sangat mungkin terjadi di Indonesia khususnya daerah yang masuk pada rangkaian ring of fire

 

Apabila kita tidak menyiapkan diri dan keluarga, maka siapa lagi? Mulailah untuk peduli dan membekali diri atas kesiapsiagaan atas kegawatdaruratan bencana yang mungkin terjadi. Semoga cara-cara di atas dapat Anda ingat dan terapkan dengan sigap untuk menjaga diri dari situasi apapun termasuk dari bencana alam. 

RaksaOnline.com Anytime Anywhere With Our Smile.

PT Asuransi Raksa Pratikara telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan