Bagikan ke

27 September 2022

Pilih Rumah Komersil Atau Subsidi? Yuk Kupas Tuntas Bedanya !

Berita Perusahaan | Rumah

Mempunyai sebuah rumah di usia muda adalah impian banyak orang. Namun, hal ini tidak mudah untuk diwujudkan. Beberapa faktor penyebabnya karena harga yang terus meroket dan lahan perumahan yang semakin menipis di daerah perkotaan. Selain itu, penghasilan terbatas bagi kaum milenial membuat mereka sulit untuk membeli rumah impiannya. Tenang, untuk kaum milenial tidak perlu merasa bingung karena Anda dapat memanfaatkan fasilitas rumah subsidi dari pemerintah agar dapat membeli rumah impian siap huni dan nyaman.  Tapi apa bedanya rumah subsidi dengan rumah komersil secara umum? Manakah yang lebih baik? Secara singkat, rumah komersil merupakan hunian yang didirikan oleh developer dengan fasad yang seragam. Sedangkan, rumah subsidi merupakan program rumah hunian yang dibangun oleh pemerintah. 

Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai perbedaan rumah komersil dan subsidi, simak artikel di bawah ini!

Baca juga : Nyaman dan Sehat, Berikut Tips Mendinginkan Rumah Tanpa AC

 

  1. Berdasarkan Harga

Dari segi harga yang ditawarkan tentu rumah komersil dan rumah subsidi berbeda jauh. Rumah komersil harganya terpaut mahal, bahkan dapat mencapai angka miliaran untuk 1 unitnya. Namun, hal ini sesuai dengan tipe bangunan dan luas tanahnya. Sedangkan, rumah subsidi mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah sehingga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) pada rumah subsidi jauh lebih murah. Harga rumah subsidi berkisar mulai dari 200 juta per-unit. 

Untuk mengajukan KPR rumah subsidi juga lebih mudah dibandingkan dengan rumah komersil karena rumah subsidi ditujukan kepada masyarakat yang memiliki penghasilan rendah sehingga mendapatkan bunga tetap. 

  1. Berdasarkan Skema Jual Beli 

Berdasarkan skema FLPP, kaum milenial biasanya akan mendapatkan bunga kredit tetap sampai masa tenor akhir. Skema FLPP adalah salah satu jenis pembayaran Kredit Pembiayaan Rumah (KPR) yang difasilitasi pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Berbeda dengan skema rumah komersil, dimana skema pembayarannya mengikuti kenaikan dan penurunan suku bunga bank (BI). 

  1. Berdasarkan Tipe Bangunan

Perbedaan lainnya terletak pada tipe bangunan rumah. Jika Anda mencari tipe rumah yang luas, jawabannya adalah rumah komersil. Perumahan komersil menyediakan tipe kecil hingga besar, sehingga Anda dapat memilih tipe rumah impian sendiri. Hal ini dapat dilihat dari perumahan klaster yang sering menjual rumah hingga tipe 75. Rumah komersil memang ditujukan untuk orang yang memiliki penghasilan menengah ke atas.

Namun jika Anda menyukai rumah minimalis dan memiliki budget sedikit, Anda mungkin akan menyukai rumah subsidi. Rata-rata ukuran rumah subsidi berada di tipe 33. Hanya saja rumah subsidi membutuhkan beberapa renovasi agar rumah layak huni. Tapi tidak semua rumah subsidi dapat direnovasi sesuai dengan keinginan Anda karena beberapa pemerintah daerah melarang renovasi pada perumahan subsidi untuk kerapian dan keseragaman kompleks. 

  1. Berdasarkan Peruntukan

Sebelum ingin membeli rumah subsidi atau komersil. Anda harus mengetahui rumah komersil dan rumah subsidi ditujukan kepada siapa. Apabila Anda memiliki budget yang mencukupi dan memiliki penghasilan menengah ke atas, maka rumah komersil bisa menjadi pilihan terbaik Anda. Namun, untuk Anda kaum milenial yang masih memiliki gaji berkisar Rp5-8 juta maka solusi terbaik yang dapat diambil adalah rumah subsidi. 

  1. Berdasarkan Lokasi 

Selanjutnya, perbedaan yang cukup kentara adalah lokasi perumahan. Pada umumnya rumah komersil terletak di lokasi yang strategis bahkan beberapa perumahan komersil terletak di pusat kota. Oleh sebab itu, rumah komersil mempunyai aksesibilitas yang baik ke berbagai transportasi publik. Berbeda dengan rumah subsidi yang terletak di pinggiran kota dan jauh dari tempat fasilitas publik. Hal ini dapat menjadi pertimbangan untuk Anda yang ingin membeli rumah subsidi. 

  1. Berdasarkan Renovasi Bangunan

Perbedaan lainnya antara rumah komersil dan rumah subsidi adalah perenovasian bangungan, rumah subsidi tidak dapat Anda renovasi sesuka hati. Rumah subsidi biasanya harus menunggu sekitar 2 tahun untuk melakukan renovasi karena di dua tahun pertama pemilik tidak boleh mengubah bentuk rumah. Bahkan, ada beberapa pemerintah daerah yang melarang melakukan renovasi pada rumah subsidi.

Berbeda dengan rumah komersil yang dapat Anda renovasi kapan saja. Apabila Anda melakukan renovasi pada rumah, harga jual rumah akan naik jika sewaktu-waktu Anda ingin pindah ke hunian baru.

Baca juga : Penting! 8 Cara Cegah Kebocoran Rumah

 

Setelah perbedaan di atas, apakah Anda sudah menentukan akan memilih rumah komersil atau rumah subsidi? Meskipun sulit untuk mendapatkan rumah impian di usia muda, namun solusi di atas dapat menjadi pertimbangan untuk Anda dalam mengambil keputusan yang tepat. Selain memilih rumah yang tepat, penting untuk memberikan perlindungan rumah impian Anda nantinya. Asuransi Raksa menjadi solusi tepat dengan produk Raksa Estatecare Insurance

Meskipun risiko dan kerugian belum tentu menimpa, dengan bantuan perlindungan asuransi rumah maka Anda sudah selangkah lebih maju dalam melindungi dan menyayangi keluarga Anda. Asuransi rumah membantu Anda menghadapi berbagai peristiwa dan musibah tidak terduga. Apabila Anda ragu akan biaya asuransi rumah tinggal, Anda dapat mengunjungi website kami di www.raksaonline.com. Asuransi Raksa EstateCare akan membantu Anda dalam menemukan asuransi rumah terbaik untuk perlindungan rumah tinggal Anda. Info lebih lanjut, hubungi tim marketing kami via Whatsapp di 0857 76 600 600. 

RaksaOnline.com Anytime Anywhere With Our Smile.

PT Asuransi Raksa Pratikara telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Artikel Terkait