Bagikan ke

22 November 2022

Waspada Developer Rumah Bodong, Berikut Tips Amannya!

Berita Perusahaan | Rumah

Developer perumahan menjadi incaran bagi orang yang ingin membeli rumah tanpa mau ribet mengurus berbagai macam hal. Membeli rumah dari developer akan memudahkan pengurusan rumah lebih cepat, developer akan membantu mengurus dokumen rumah, kpr, dan lainnya. Akan tetapi Anda harus waspada dalam memilih developer rumah, pastikan developer Anda kredibel dan tepat agar tidak tertipu. 

Salah satu tips yang mudah untuk mengetahui developer terpercaya adalah cari developer yang memiliki reputasi ternama, sehingga Anda tidak perlu khawatir untuk membeli rumah dari pihak tersebut. Developer yang memiliki reputasi ternama akan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya untuk menjaga nama dan reputasinya tetap terjaga. 

Untuk membantu Anda memilih developer yang tepat, Raksa akan memberikan beberapa tips yang bisa Anda coba agar dapat lebih waspada saat memilih developer. Simak tips selengkapnya di bawah ini!

Baca juga : Harus Tahu, Berikut Ciri Rumah Impian untuk Anda dan Keluarga

 

  1. Meriset Reputasi Developer

Tips pertama yang harus Anda perhatikan adalah memeriksa reputasi developer yang akan Anda pilih. Dalam memilih developer jangan terburu-buru, karena ini dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar. Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah melakukan riset kecil tentang nama developer perumahan yang akan Anda beli rumahnya. Anda dapat memulainya dengan bertanya ke orang-orang yang mempunyai pengalaman dan pengetahuan di bidang perumahan. Selain itu, Anda juga dapat mencari di Google atau media sosial lainnya untuk melihat jejak digital developer tersebut. 

Ciri-ciri seorang developer perumahan yang kredibel adalah mempunyai website perusahaan yang menjelaskan tentang perusahaan developer tersebut. Pada website developer, Anda dapat melihat ulasan-ulasan dari konsumennya untuk menjadi acuan sebelum memilih jasa mereka. 

  1. Jangan Membayar DP Sebelum Pengajuan KPR Disetujui

Tips kedua yang sangat penting adalah jangan membayar DP rumah sebelum skema KPR Anda disetujui. Untuk mengatasi hal yang tidak diinginkan, sebaiknya Anda membuat perjanjian dengan developer terkait ketepatan waktu serah terima dan kualitas bangunan sebelum melakukan pembayaran di awal.

Namun, jika developer perumahan menerapkan sistem booking fee dan 20% DP hangus apabila tidak jadi membeli rumah maka Anda dapat membuat perjanjian agar uang Anda aman. Hal ini dilakukan karena tidak ada jaminan pihak bank akan menyetujui KPR rumah yang Anda inginkan walaupun developer telah bekerja sama dengan pihak bank. Apabila Anda tetap membayar DP dan KPR ditolak oleh bank, maka ada risiko uang DP tersebut tidak kembali  atau mendapatkan potongan sekian persen dari pihak developer.

  1. Pahami Kewajiban Developer Apabila terjadi Wanprestasi 

Membeli rumah melalui developer memiliki risiko yang cukup besar, sehingga Anda harus mempelajari apa saja kewajiban developer apabila terjadi wanprestasi. Untuk itu Anda harus membaca Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) sebelum menandatangani berita acara serah terima hunian secara rinci dan jelas. 

  1. Jadwalkan Penandatangan Akta Jual Beli (AJB) 

Tips selanjutnya, jika Anda sudah setuju dengan Perjanjian Pengikatan Jual Beli maka segera jadwalkan penandatangan Akta Jual Beli (AJB) yang mana AJB adalah bukti sah hak atas tanah dan bangunan telah beralih dari developer pada Anda.

Tidak jarang developer mengulur waktu untuk penandatanganan Akta Jual Beli ini, oleh sebab itu penting untuk Anda mengingatkan mereka. Jangan lupa lakukan AJB ini bersama developer di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). 

  1. Memperhatikan legalitas Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Tips selanjutnya adalah Anda harus memperhatikan legalitas Sertifikat Hak Milik (SHM) dari bank pemberi pinjaman. Jika rumah masih berstatus Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), Anda harus segera melakukan peningkatan hak menjadi SHM. Status kepemilikan ini sangat penting karena berdampak pada nilai jual ketika rumah akan dijadikan sebagai investasi properti. 

Selain Sertifikat Hak Milik, Anda juga harus memperhatikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pastikan rumah yang akan Anda huni telah melengkapi IMB karena setiap mendirikan bangunan gedung di Indonesia, wajib hukumnya untuk mempunyai surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) akan menghindari masalah seperti penyegelan oleh pihak berwenang, penolakan kredit bank dan masalah lainnya.  

  1. Membalikan Nama pada Sertifikat

Ketika membeli rumah melalui developer, biasanya sertifikat rumah berawal dari nama developer itu sendiri. Maka dari itu, Anda harus menanyakan sejak awal kapan sertifikat tersebut bisa dialih namakan. Pada umumnya hal ini tercantum pada surat perjanjian jual beli, namun tidak ada salahnya untuk bertanya secara langsung kepada pihak developer. 

Hal ini sangat penting karena jika sertifikat belum balik nama menjadi nama Anda, maka tidak dapat melakukan alih kredit ke bank lain. Pihak bank akan meminta sertifikat atas nama Anda agar bank dapat menyetujui pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai jaminan sah di mata hukum. Anda harus mempertimbangkan hal ini sejak awal, ketika memilih bank sebagai pembiayaan perumahan. 

  1. Hindari bertransaksi jual beli rumah di bawah tangan

Tips yang cukup penting agar Anda tidak tertipu oleh developer adalah jangan pernah bertransaksi jual beli rumah di bawah tangan. Hal ini memiliki risiko besar hingga menimbulkan kerugian ketika Anda melakukan transaksi hanya atas dasar kepercayaan yang menggunakan kuitansi sebagai tanda bukti. 

Jika rumah yang akan dibeli masih dalam status diagunkan ke bank, maka lakukan pengalihan kredit dengan dibuatkan Akta Jual Beli di hadapan notaris. Lakukanlah pembelian rumah sesuai prosedur untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. 

  1. Progres Bangun Tak Sesuai Jadwal

Risiko yang sangat mungkin terjadi juga ketika Anda membeli rumah melalui developer adalah tidak tepat waktu dalam pembangunan. Anda bisa saja dihadapi dengan kondisi rumah tidak jadi, padahal pembayaran telah dilunasi atau rumah telah selesai namun proses pembangunan diluar target yang ditentukan. Bahkan bisa terjadi sebaliknya pembangunan rumah selesai, namun tidak sesuai dengan standar atau spesifikasi awal. 

Untuk mengantisipasi hal di atas penting untuk Anda memilih sebuah developer yang handal dan memiliki reputasi yang baik dalam menjalankan bisnisnya. Apabila Anda menemukan hal tersebut dalam pembangunan rumah, Anda dapat komplain dan meminta ganti rugi secara hukum.

Baca juga : Awal Menikah Sudah Beli Asuransi Rumah, Terlalu Awal Gak Sih?

 

Memilih developer kredibel dan terpercaya memang bukan hal yang mudah. Namun, Anda dapat mengikuti beberapa tips di atas untuk menemukan developer yang tepat. Apabila Anda masih bingung dan ragu, Anda dapat meminta rekomendasi developer kepada orang terdekat atau orang yang Anda percayai. Selalu lakukan riset sebelum memilih developer agar Anda tidak mengalami kerugian di kemudian hari. Jika Anda sudah menemukan developer yang tepat, jangan lupa untuk memberikan perlindungan rumah impian Anda nantinya. Meskipun risiko dan kerugian belum tentu menimpa, dengan bantuan perlindungan asuransi rumah maka Anda sudah selangkah lebih maju dalam melindungi dan menyayangi keluarga Anda. 

Ditambah dengan kemudahan pembelian asuransi rumah melalui www.raksaonline.com dan berbagai kemudahan lain seperti layanan hotline service 24 Jam, dan Raksa Online APP yang dapat Anda download melalui Play Store/APP Store. Info lebih lanjut hubungi marketing kami via Whatsapp di 0857 76 600 600.

 

RaksaOnline.com Anytime Anywhere With Our Smile.

 

PT Asuransi Raksa Pratikara telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan