Bagikan ke

16 November 2022

6 Gempa Terbesar yang Pernah Terjadi di Indonesia

Berita Perusahaan | Trivia

Indonesia terletak di wilayah cincin api Asia Pasifik. Wilayah ini sering mengalami bencana alam seperti erupsi dan gempa bumi. Sekitar 90% dari gempa bumi terbesar di dunia terjadi di sepanjang wilayah cincin api. Gempa merupakan bencana alam yang lazim terjadi di negara Indonesia karena Indonesia berdiri di atas pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu lempeng Pasifik, Indo-Australia, dan Eurasia. Kondisi ini yang membuat Indonesia menjadi rawan dilanda bencana alam. 

Selain itu, Indonesia juga memiliki wilayah zona subduksi atau pertemuan antara dua lempeng tektonik yang saling tumpang tindih. Zona subduksi ini terletak di selat sunda dan sering menjadi penyebab gempa besar di Indonesia. Indonesia tercatat memiliki gempa terbesar sepanjang sejarah, berikut 6 gempa bumi terbesar di Indonesia : 

Baca juga : Kasus Gempa Bumi di Indonesia Meningkat, Inilah yang Harus Diantisipasi

  1. Aceh

Salah satu gempa bumi terbesar di Indonesia terjadi di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004. Gempa bumi ini berkekuatan 9,1 Skala Richer dari dasar Samudera Hindia dengan kedalaman 30 km lempeng Hindia yang disubduksi oleh lempeng Burma. Gempa bumi ini sempat naik menjadi 9,3 Skala Richer hingga menimbulkan gelombang tsunami berketinggian 30 meter dan kecepatan mencapai 100m/detik atau 360 km/jam. 

Gempa bumi ini tercatat sebagai gempa terbesar sepanjang sejarah Indonesia yang menelan korban jiwa sebanyak 230.000 jiwa dan puluhan ribu bangunan hancur akibat kekuatan gempa dan gelombang tsunami. Adanya gempa bumi dan gelombang tsunami ini berpengaruh pada rotasi bumi, memperpendek durasi satu hari selama 2,68 mikrodetik dan Kutub Utara mengalami pergeseran beberapa sentimeter. 

  1. Nias

Gempa terbesar di Indonesia selanjutnya terjadi di perairan Pulau Nias, Sumatera Utara dan Pulau Simeulue pada tanggal 28 Maret 2005, jam 23.09 WIB. Gempa bumi ini mengguncang Nias dan Pulau Simeulue dengan kekuatan 8,2 Skala Richter. Gempa besar ini dapat dirasakan oleh berbagai wilayah, seperti Jambi, Pekanbaru, Kuala Lumpur, Malaysia hingga getarannya mencapai Bangkok, Thailand. 

Gempa bumi ini termasuk ke dalam gempa bumi terparah di Indonesia karena memakan banyak korban lebih dari 1.000 orang meninggal dunia dan 2.391 mengalami luka-luka hingga banyak bangunan yang hancur lebur. 

  1. Pangandaran

Gempa terbesar juga terjadi di Pulau Jawa pada tanggal 17 Juli 2006 dan disusul gelombang pasang. Tercatat bahwa awal gempa terjadi pada pukul 15.11 dengan kekuatan 6,8 Skala Richter, gempa bumi ini berpusat di Samudera Hindia sekitar 360 km dari arah selatan Jakarta atau 100 km dari Kota Cilacap, Jawa Tengah. 

Setelahnya, terjadi gempa susulan dengan kekuatan 5,5 SR dan 6,1 SR yang menyebabkan tsunami dengan ketinggian 21 m. Menurut BMKG, pada saat itu seharusnya tidak menimbulkan tsunami dengan ketinggian lebih dari 5 m karena kekuatan gempa tidak lebih dari 7 SR. Gempa ini memakan korban jiwa sebanyak 668 orang tewas, 65 orang hilang, dan 9.299 orang luka-luka. 

  1. Yogyakarta

Gempa bumi di Indonesia kembali mengguncang Pulau Jawa, yaitu Yogyakarta dan wilayah Jawa Tengah. Gempa bumi ini terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 pukul 05.55 WIB. Sejumlah bangunan mulai dari rumah warga, pusat perbelanjaan, situs kuno, dan lokasi wisata mengalami kerusakan yang parah. Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 dengan kedalam hingga 7,5 km ini menyebabkan 6.234 orang meninggal dunia. 

Gempa ini tercatat sebagai gempa terparah di Indonesia karena wilayah Indonesia berada di antara tiga lempeng utama dunia, yaitu lempeng Pasifik, lempeng Australia, dan lempeng Eurasia. 

  1. Sumatera Barat

Pada 2009 terjadi gempa bumi di Sumatera Barat sekitar 50 km dari lepas pantai barat laut. Gempa bumi ini mengguncang Padang dengan kekuatan 7,6 Skala Richter kedalaman 87 km dari permukaan. Gempa ini mengakibatkan banyak kerugian dari segi material yang meruntuhkan 279.000 bangunan dan korban jiwa sebanyak 1.115 orang meninggal dunia dan 2.329 mengalami luka-luka. 

Guncangan gempa ini dapat dirasakan hingga wilayah Jabodetabek bahkan negara tetangga, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

  1. Palu

Pada 28 September 2018 silam, telah terjadi gempa besar di ibu kota Sulawesi Tengah di kawasan lembah Palu. Gempa ini berkekuatan 7,4 SR dan terjadi gempa susulan berulang kali. Episentrum gempa terletak di barat Kecamatan Sirenja, 26 km utara Donggala, dan 80 km barat laut Kota Palu dengan kedalaman 10 km. 

Gempa bumi ini mengakibatkan gelombang tsunami dengan ketinggian 1,5 m hingga 3 m di Kota Palu dan Donggala dan terjadi ombak susulan setinggi 6 meter. Peristiwa bencana alam ini memakan korban jiwa sebanyak 2.113, 4.612 orang luka-luka, dan 1.309 orang hilang. 

Tips Bangun Rumah Anti Gempa 

Gempa bumi cukup sering terjadi di Indonesia, baik dari skala kecil hingga besar. Oleh sebab itu, Anda harus mempunyai pengetahuan tentang mitigasi bencana yang baik. Karena gempa bumi tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. 

Salah satu pencegahan dan pengetahuan yang harus Anda ketahui adalah membangun rumah yang tahan gempa, baik dari desain hingga pondasi agar dapat meminimalisir dampak dari guncangan gempa bumi. Untuk mengetahui cara bangun rumah anti gempa, Anda dapat menyimak caranya di bawah ini! 

  1. Perhatikan Struktur Bangunan

Cara pertama yang harus Anda lakukan adalah memperhatikan struktur bangunan. Struktur bangunan simetris yang dapat menahan gaya dorong yang diakibatkan oleh gempa. Bangunan yang berbentuk simetris dapat menjaga keseimbangan dan memperkokoh rumah sehingga dapat meminimalisir efek torsi dari gempa. 

  1. Perhatikan Jenis Tanah

Cara selanjutnya untuk membangun rumah anti gempa adalah dengan memperhatikan jenis tanah. Jenis tanah dibagi dua, yaitu tanah lunak dan tanah keras. Untuk membangun rumah anti gempa Anda sebaiknya memilih tanah keras karena tanah ini mempunyai komponen yang kasar, seperti pasir dan kerikil berpasir serta tanah kasar dapat terkonsolidasi. 

Selain itu, jangan membangun rumah di daerah lereng yang curam karena cenderung mudah bergeser apabila terkena gempa. 

  1. Pondasi Bangunan

Selanjutnya, hal yang perlu dilakukan adalah memastikan pondasi bangunan. Ada banyak jenis pondasi bangunan yang dapat menahan beban rumah, salah satunya pondasi sepatu lari. Pondasi ini sangat cocok untuk rumah yang dibangun dengan struktur tahan gempa. Jika Anda ingin membangun rumah 2 lantai, pondasi ini menjadi solusi tepat. 

  1. Menggunakan Material Bangunan yang Ringan

Cara selanjutnya adalah menggunakan material bangunan yang ringan, seperti menggunakan baja ringan sebagai penampang atap rumah. Selain itu, Anda dapat menggunakan semen mortar. Semen mortar dapat menahan panas matahari, gempa, dan api. 

Selain menggunakan material bangunan Anda harus memperhatikan struktur beton dan jumlah tulangan secara rinci dan detail.

Baca juga : Siap Siaga Hadapi Ancaman Gempa Bumi, Berikut Cara Penyelamatan Diri yang Harus Anda Ketahui

 

Nah, itu dia hal-hal penting yang perlu kamu antisipasi dalam menghadapi bencana gempa bumi. Penting bagi kita untuk dapat mempersiapkan diri lebih awal karena gempa bumi bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Jangan lupa untuk selalu membekali diri dengan berbagai informasi untuk rumah Anda nantinya. 

Lindungi diri Anda, keluarga tercinta dan tempat tinggal dari berbagai risiko, dengan serangkaian saran praktis dari Asuransi Raksa. 

Asuransi Raksa selalu siap sedia melayani Anda di segala kondisi. Komitmen Raksa adalah memberikan layanan yang cepat namun tetap memperhatikan kualitas. Ingin tau info lebih lanjut mengenai Raksa? Cek selengkapnya di www.raksaonline.com.

RaksaOnline.com Anytime Anywhere With Our Smile.

 

PT Asuransi Raksa Pratikara telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan